Uncategorized

Semut dan Belalang

15% off first order at luvyle.com
Seorang ibu dari seorang anak berumur 9 tahun, Mark, menerima telepon siang hari itu. Telepon dari guru sekolah anak laki-lakinya. “Ny. Smith, sesuatu yang tidak biasa terjadi hari ini di kelas anakmu. Anak laki-lakimu mengerjakan sesuatu yang sangat mengejutkan, jadi saya berpikir, anda seharusnya segera tahu tentang hal ini.”
Sang ibu gelisah dan gugup ketika menerima telepon. “Apa yang terjadi ?”, sang Ibu bertanya-tanya.
Guru itu meneruskan, “Saya telah mengajar selama bertahun-tahun dan belum pernah terjadi sesuatu seperti ini hingga sekarang. Pagi ini saya mengajar pelajaran ‘Menulis Kreatif’. Seperti biasanya, saya bercerita tentang Semut dan Belalang. Semut bekerja keras selama musim panas dan mengumpulkan banyak persediaan makanan. Tetapi belalang bermain selama musim panas dan tidak bekerja. Kemudian musim dingin datang. Belalang mulai kelaparan karena tidak memiliki makanan. Jadi dia melompat ke rumah semut dan mulai mengemis. ‘Semut, tolonglah saya, kamu memiliki banyak makanan, berilah saya makanan.’ Nah anak-anak, tugas kalian adalah menulis akhir cerita tersebut.” 
Anak laki-lakimu, Mark, mengangkat tangan. “Guru, bolehkan saya menggambar?” 
“Tentu saja, Mark, kalau kamu suka, kamu boleh menggambar. Tetapi pertama-tama kamu harus menulis akhir cerita itu dulu.”
Kertas-kertas dikumpulkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan murid menulis bahwa Semut membagi makanannya selama musim dingin dan baik semut maupun Belalang bertahan hidup.
Seperti biasanya, beberapa anak menulis, Semut itu berkata, “Tidak, Belalang. Kamu seharusnya bekerja selama musim panas dan tidak bermain-main. Sekarang, saya hanya memiliki cukup makanan untuk diri saya sendiri.” Jadi Semut itu hidup dan belalang meninggal.
Tetapi anak laki-lakimu mengakhiri cerita dengan cara yang sangat berbeda. Dia menulis, “Jadi Semut itu memberikan semua dari makanannya kepada Belalang; Belalang melalui musim dingin itu dan hidup. Tetapi sang Semut meninggal.”
Di dasar halaman, Mark menggambar tiga salib. “DIA memberikan segalanya untuk kita supaya kita beroleh hidup”

Want to get noticed by my visitors? Get your ads here for as low as US$15 for 3 months. Limited time only. Find out how you can get your ads to be featured here.

Dayve Rampas

I am a graduate with a BA in Accountancy (Hons.), and have recently graduated with an MA in Business Administration (MBA). I'm currently taking a crash course Diploma in Financial Trading apart from being a candidate for PhD in Business Administration. I love make-ups so much that I took a Professional Diploma in Make-Up Artistry from a local make-up academy, and now, I am a certified professional make-up artist who has been travelling all over North Borneo to make people look prettier. I've been in this industry for nearly 5 years now and even have my own make-up team with my partners - Sylvia, and Janet. My blog started as a personal blog but then I gradually find that I enjoy writing reviews on products, and share my experience with other readers. Feel free to drop me a message, and you can always email me at dayverampas@gmail.com.